Hy guys,mau share nih tentang kisah percintaan seseorang. Sebut saja wanita itu Rini,yah ini nama dia. Saat itu rini masih duduk di bangku SMP dan kira kira masih usia 13thn,sekitar kelas 2 SMP lah. Saat pulang sekolah rini mengganti pakainnya,makan siang lalu tidur untuk istirahat. Sebangun dari tidur rini mengintip dari jendela ke arah luar,kalau ternyata dihalaman rumah nya ada seorang pria yang sedang berbincang bincang asik dengan orang tua nya. Pria itu tampan,tinggi,tegap,tidak kurus,panjang rambut sekitar 4cm dari kulit kepala,sorotan mata tajam,hidung macung,bibir merah. Itu sedikit gambaran fisik dari nya. Karena rasa penasaran rini pun keluar dan ikut kumpul bergabung bersama orang orang itu. Rini terdiam,lalu di depan orang tua rini si pria itu menjulurkan tangan nya untuk berkenalan dengan nya. Hendra "ujarnya" rini hanya tersenyum kemudian saling melepas kan genggaman tangan, sejenak rini dan hendra terdiam saling menatap heran. Rini bertanya tanya dalam hati siapa pria asing ini,mengapa dia akrab sekali dengan kedua orang tua ku. Aah sudah lah lupakan "ucap dalam hatinya". Tak lama kemudian topik pembicaraan pun berpindah pada masalah rini,hendra banyak tanya tentang bagaimana sekolah rini serta aktivitas rini lainnya. Yah tak lama hendra pun mampu membuat suasana perbincangan mereka menjadi hangat serta nyaman,tidak kaku seperti awal tadi.
Keesokan harinya,ternyata hendra datang lagi kerumah,ntah ada urusan apa dia dengan kedua orang tua ku mengapa dia datang lagi kesini "gumam rini". Tapi hari itu hendra mampir sebentar karena hanya untuk mengetahui bagaimana kabar dan kondisi orang tua rini. Yah,ketika hendra pamit untuk pulang mendadak muncul rini dari ruang lain,ntah ada apa dengan rini yang mendadak bertingkah aneh. Lalu hendra pun menyapa rini kemudian meminta nomor hp rini.
Semakin hari,minggu dan bulan mereka semakin dekat. Rini mulai merasakan hal yang aneh jika membahas sesuatu yang menyangkut hendra,yah rini pun ternyata jatuh cinta pada hendra.tapi rini tidak mengetahui bagaimana perasaan hendra terhadapnya. Suatu hari ketika sedang duduk berdua dengan hendra,rini memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu hal kepada hendra. "bang,rini mau tanya boleh? Apakah bang hen sudah punya pacar? "ucap rini. Hendra pun menjawab "iyah,abang sudah punya pacar,namanya sherly dia kuliah semester 3". Kemudian rini terdiam,dalam hati nya berkata "yah telat :( ternyata udah punya pacar,tapi enggak papa lah toh dia baik sama aku.biar aku yang sayang dia,dia mau beranggapan apa terserah dia deh,cinta itu katanya butuh pengorbanan dan cinta itu katanya tak harus memiliki". Lalu kedua nya asik berbincang bincang membahas topic lain. Bagaimana tidak rini jatuh hati pada hendra,sikap dan sifat nya yang dewasa mampu mengerti memahami rini. Perhatian hendra yang amat sangat manis membuat rini semakin menyayangi hendra.
Hendra sangat dekat dengan keluarga rini,sampai sampai mama rini pun berkata "hen,anggap saja rumah sendiri,terserah aja kamu mau ngapain". "iya bu,tenang saja bu. Ibu dan bapak sudah hendra anggap seperti orang tua sendiri" saut hendra. Rini sangat berharap semoga hendra jodoh nya,rini sangat menyayangi hendra tapi apalah daya sedangkan hendra sudah memilih wanita lain.
Hingga suatu hari rini berandai-andai,biar pun tinggal di gubuk tua asalkan bersama hendra ia rela,biarpun naik sepeda asalkan berdua dengan hendra ia tak akan gengsi. Intinya rini akan selalu merasa bahagia bagaimanapun keadaannya asalkan waktu nya ia habiskan bersama orang yang sangat dia sayangi.
Yah,sekian lama. Bertahun tahun sudah rini mengenal hendra,masih sering komunikasi juga walau jarang bertemu. Sesekalinya hendra main ke rumah rini mungkin di hari hari penting saja seperti di hari raya idhul fitri. Saat itu rini sudah duduk di bangku SMA,yah pada waktu lebaran setiap tahunnya hendra pun tak pernah absen untuk bersilaturahmi kerumah rini, dan setiap lebaran rini sangat bahagia karena hendra main kerumah serta bisa makan bersamanya. Bagaimana tidak,rona kebahagian pun terpancar dari raut wajah rini. Rini tak perduli dengan adanya pacar hendra,bagi rini yang penting ia bisa bahagia berasama hendra,lagi pula rini pun tidak ada niat untuk merebut hendra dari pacarnya. Setiap bertemu hendra selalu mengajarkan sikap sopan kepada rini, hendra selalu menyuruh rini salim serta mencium tangan. "Duuuh,berasa kayak ke calon nya saja haha" gumam rini dalam hati sambil tersenyum. Lalu hendra pun membalasnya dengan mengusap usap kepala rini sambil berkata "abang rindu ke rini,apa kabar rini sekarang? Jarang ketemu yah kita karena rini sibuk sekolah".
"Hendra itu apa yah,hmm ntah lah... Dia sudah mengetahui banyak tentang ku,mulai dari hal terkecil hingga semua hal bagaimana sifat sikap serta kepribadian ku "ucap rini.
Dan sekarang rini pun kuliah semester 2,hampir 2 semester ini rini sama sekali tidak ada komunikasi dengan hendra,rini pun sama sekali tidak tau bagaimana kabar hendra,apakah dia sudah menikah atau belum. Karena saat itu rini mengganti nomor hp nya dan nomor hendra pun hilang dari kontak. Tapi sebelum rini masuk kuliah,hendra masih sering menghubungi rini dan selalu menasehati rini untuk lebih bisa mandiri dan menjaga diri,karena rini saat itu memang memutuskan untuk kuliah keluar kota.
Rini tak mengerti perasaan apa yang dia punya untuk hendra,padahal sudah beberapa kali pula rini pacaran dengan pria lain,tapi rasa sayang itu tidak sebesar rasa sayang rini ke hendra. Yah walaupun rini sangat menyayangi pacarnya,tapi tetap saja di hati kecil rini masih menyisakan tempat untuk hendra. Kini rini baru menyadari kalau mungkin rasa sayang hendra,perhatian hendra itu hanyalah sebagaimana rasa seorang kakak kepada adik nya dan tidak lebih. Tapi hingga saat rini pun masih berharap kalau hendra itu di rakdirkan untuknya,serta rini juga berharap bahwa rini akan di jodohkan dengan hendra. Yah begitulah rini,jika ia sudah menyayangi seorang pria maka ia akan amat sangat sayang dan sulit untuk melupakan. Kini rini hanya tinggal pasrah kepada Tuhan, rini percaya bahwa wanita baik maka akan di pasangkan dengan laki laki baik, jika memang dia bukan jodohnya berarti dia bukan yang terbaik untuknya.